Minggu, 26 Mei 2013

Misteri danau purba di candi Borobudur

Misteri danau purba candi borobudur - Candi Borobudur kebanggaan Indonesia yang terletak di Kabupaten Magelang Propinsi Jawa Tengah kini mendapatkan gelar yang lengkap, mulai dari Guinness World Records sebagai Candi Buddha terbesar dan dari Warisan Dunia UNESCO sebagai situs Arkeologi.

Terlepas dari kemegahan dan keindahan Borobudur, lengkap dengan relief yang penuh kisah dalam agama Buddha, sejumlah misteri masih melingkupi candi ini.

Pada tahun 1814, atas jasa Gubernur Jenderal Britania Raya, Thomas Stamford Raffles, candi yang selama berabad - abad terkubur di bawah gundukan tanah, menjadi serupa bukit penuh semak belukar dan ditumbuhi pohon, mulai jadi perhatian pemerintah kolonial. Raffles juga lah yang pertama kali menuliskan nama “Borobudur” dalam bukunya, History of Java. Tak jelas asal mula nama itu.



Borobudur yang misterius itu diakui oleh Direktur Utama Taman Wisata Candi ( TWC ) Borobudur Prambanan Ratu Boko ( Persero ), Purnomo Siswoprasetjo.

Salah satunya, bagaimana cara Borobudur itu dibangun. Dari mana asal batu - batu besar material candi dan teknologi apa yang digunakan untuk mengangkat dan menyusunnya dengan presisi dan desain arsitektur yang mengagumkan.

“Apakah batu itu berasal dari Gunung Merapi, terus bagaimana membawanya dari Merapi menuju lokasi candi masih misteri,” kata Purnomo.


Tak hanya asal batu, di mana pembuat Borobudur mengukir dan memahat batu juga masih belum diketahui. Para arkeolog masih mencari dimana bengkel para seniman. “Mengukir dan memahat batu sedemikian besar ukurannya dan jumlahnya banyak, belum diketahui di mana tempatnya,” terang dia.

Letak Borobudur yang tak biasa, berada di atas bukit, dikelilingi dua pasang gunung kembar — Sindoro - Sumbing dan Merbabu - Merapi, sementara candi lain dibangun di tanah datar juga menjadi teka - teki yang belum terjawab.

Pada tahun 1931, seniman dan pakar arsitektur Hindu Buddha, W.O.J. Nieuwenkamp, mengajukan teori bahwa Daratan Kedu — lokasi Borobudur menurut legenda Jawa, dulunya adalah sebuah danau purba. Borobudur dibangun melambangkan bunga teratai yang mengapung di atas permukaan danau. Ini sebuah hipotesa yang menjadi perdebatan hangat di kalangan para ilmuwan saat itu.

Van Bemmelen dalam bukunya “The Geology of Indonesia” menyebutkan bahwa piroklastika Merapi pada letusan besar tahun 1006 telah menutupi danau Borobudur menjadi kering dan sekaligus menutupi candi ini hingga lenyap dari sejarah.

Fakta geologi juga memberi dukungan pada pendapat itu. “Di sekitar candi terdapat sumur yang airnya asin. Tapi yang sumurnya asin tidak di semua daerah, hanya di titik tertentu,” tutur Purnomo soal dugaan Borobudur dibangun di tengah danau purba.

Dia menambahkan, pertanyaan itu juga yang menarik banyak ilmuwan asing berdatangan, untuk melakukan penelitian. “Banyak para ahli dari luar negeri seperti dari Jepang yang datang ke Candi Borobudur khusus untuk meneliti danau purba itu. Mereka biasa tinggal selama satu minggu hingga dua minggu,” kata dia.


Salah satu cara untuk mengungkap misteri danau purba itu dengan meneliti sungai - sungai yang berada di sekitar Borobudur, termasuk Sungai Progo dan Elo. Juga pada masyarakat yang tinggal di sekitar candi.

“Semua pertanyaan - pertanyaan itu masih tersimpan semua. Kita menunggu kajian dari arkeolog untuk mengungkap misteri itu,” ucap dia.

Zodiak no.13 ditemukan?

Revisi tanggal zodiak beredar di milis-milis. Perubahan tanggal kemunculan rasi zodiak ternyata dibenarkan ahli astronomi. Namun hal itu tidak terkait astrologi.

"Memang berubah, tapi itu nggak ada hubungan dengan astrologi. Informasi ini untuk kebutuhan astronomi dalam penentuan posisi detil semua benda langit," ujar Kepala Observatorium Boscha, Bandung, Taufik Hidayat

Menurut Taufik, rasi bintang zodiak memang bergeser perlahan-lahan dan hal itu sudah terjadi ribuan tahun karena berbagai sebab. Para ahli terus memonitor pergeseran benda langit dan tidak hanya rasi bintang zodiak.




Dia menambahkan, perubahan tanggal kemunculan bintang zodiak adalah konsensus dari International Astronomical Union (IAU). Mereka secara rutin memang melansir data terbaru perubahan posisi benda langit.

Taufik pun membenarkan adanya bintang zodiak ke 13, Ophiuchus, selain 12 zodiak yang diketahui selama ini. "Ophiuchus ditemukan kemudian setelah rasi bintang zodiak klasik yang ada sejak zaman Babilonia. Ini penemuan modern," imbuhnya.

Menurut Taufik, sebenarnya ada 88 rasi bintang. 12 Bintang zodiak (13 menurut para astronom) adalah rasi terdekat dengan orbit Bumi. Zodiak sebuah bulan dalam kalender sebenarnya adalah rasi bintang yang saat itu paling dekat dengan Matahari jika dilihat dari Bumi.

"Saya sih tidak tahu para ahli astrologi harus apa dengan kenyataan ini, pengetahuan mereka kan sudah dari zaman dulu. Kalau IAU sih memang bertemu secara rutin dan membuat konsensus-konsensus baru," cetusnya enteng.

Berikut adalah perubahan-perubahan tanggal zodiak :

1. Capricornus 21 Jan - 16 Feb (26 hari)
2. Aquarius 16 Feb - 11 Mar (24 hari)
3. Pisces 11 Mar - 18 Apr (38 hari)
4. Aries 18 Apr - 13 Mei (25 hari)
5. Taurus 13 Mei - 22 Jun (40 hari)
6. Gemini 22 Jun - 21 Jul (29 hari)
7. Cancer 21 Jul - 10 Ags (20 hari)
8. Leo 10 Ags - 16 Sep (37 hari)
9. Virgo 16 Sep - 31 Okt (45 hari)
10.Libra 31 Okt - 23 Nov (23 hari)
11.Scorpius 23 Nov - 29 Nov (6 hari)
12.Ophiuchus 29 Nov - 18 Des (19 hari)
13.Sagitarius 18 Des - 21 Jan (34 hari)


Ada kemungkinan perubahan ini akan mempengaruhi teori-teori para astrologer atau besar kemungkinan juga para astrologer tidak akan merubah karakteristik 12 zodiak yang menghiasi ramalan bintang karena akan cukup menganggu 'kenyamanan' orang-orang yang sudah merasa cocok dengan zodiaknya selama ini.

Sumber : detik.com

7 kuburan massal paling mengerikan

1. Ladang Pembantaian Kamboja


Pol Pot adalah salah satu nama yang pantas disejajarkan dalam daftar yang mencakup orang-orang seperti Adolf Hitler dan Joseph Stalin, sebagai pelaku genosida dengan jumlah korban yang mencengangkan.
Dia mempunyai 20.000 kuburan massal di bawah kepemimpinannya, yang berisi minimal 1,38 juta mayat..
Penghuni kuburan massal Pol Pot adalah: siapa pun yang terkait dengan (atau dicurigai), mantan pejabat pemerintah, intelektual / profesional, dan berbagai etnis / agama kelompok yang dipilih oleh rezimnya.
Rezim Khmer Merah hanya berlangsung dari akhir Perang Saudara Kamboja (1975) sampai 1979, tapi pada saat itu rezim ini telah melakukan banyak kerusakan dan kebinasaan mengerikan di Kamboja.

2. Uni Sovietnya Stalin


Amidst a totalitarian Soviet Union, and under the crushing hammer of Joseph Stalin, great numbers of Soviet citizens as well as foreigners were executed outright by the famous “secret police” – most popularly via a bullet to the base of the skull – in numbers that reached 700,000 (all dumped in mass graves) by the time of the Great Purge of 1937-1938, whereby all of Stalin's political opponents were effectively silenced.

Di tengah-tengah totaliter Uni Soviet, dan di bawah palu yang menghancurkan , sejumlah besar warga Soviet serta asing dieksekusi langsung oleh "polisi rahasia" yang terkenal - yang paling populer melalui peluru ke dasar tengkorak - dalam jumlah yang mencapai 700.000 (semua dibuang di kuburan massal) pada saat Pembersihan Besar 1937-1938, dimana semua lawan politik Stalin secara efektif dibungkam dan dilenyapkan.
Ini adalah cara utama untuk menempatkan rasa takut Stalin ke dalam hati orang-orang Soviet - ketakutan yang dapat cukup mudah dibentuk menjadi semacam perasaan putus asa sehingga menjadi kesetiaan oleh mereka yang tidak ingin mengalami nasib seperti penghuni kuburan masal.

Kuburan-kuburan yang tersebar di bekas Uni Soviet akan diingat sepanjang waktu, dengan jumlah mayat mengerikan yang ditemukandi:

    Bykivnia, 120,000-250,000 mayat
    Kurapaty, 30.000 - 200.000 mayat
    Butovo, lebih dari 20.000 mayat
    Sandarmokh, lebih dari 9.000 mayat.

3. Chechnya


Kuburan masal di Chechnya banyak bermunculan sejak awal Perang Chechnya pada tahun 1994.
Pada 2008, situs 57 situs pemakaman massal telah ditemukan, yang mungkin berisi ribuan mayat, 5.000 di antaranya adalah warga sipil yang menghilang di tengah-tengah Perang Chechnya Kedua pada tahun 1999. Kuburan massal terbesar dari semua adalah di Grozny dan berisi 800 mayat (dari Perang Chechnya Pertama).
Saat beberapa negara mencoba untuk membantu mengidentifikasi berbagai mayat untuk keluarga yang ditinggalkan , Rusia memiliki kebijakan " Dilarang Menggali!".

4. Iraknya Saddam


Irak sejak 1980-an telah menjadi pemakaman masal di mana korban genosida (kebanyakan dari suku Kurdi, seperti pada 1983), pembantaian, dan eksekusi dilakukan untuk meleyapkan penghalang kekuasaan.
Ada sekitar 250 kuburan masal dilaporkan telah ditemukan 40 diantaranya telah dikonfirmasi, dan satu juta warga Irak yang hilang - seratus ribu diduga berada di salah satu plot kolektif ini.
Beberapa kekejaman paling terkenal Irak termasuk mengumpulkan dari 8.000 orang suku Kurdi pada tahun 1983 dan pelaksanaannya di tengah gurun terpencil,dengan senjata serangan antara tahun 1986 dan 1988 di mana Angkatan Udara Irak menjatuhkan bom kimia di desa-desa Kurdi, menewaskan 5.000 orang secara langsung (dengan lebih banyak menderita jangka panjang karena menjadi cacat), dan Kampanye Anfal 1988 yang mengakibatkan 182.000 orang suku Kurdi hilang, dari kalangan anak-anak dan wanita diduga dikuburkan di kuburan masal.

5. Black Death di Inggris Raya


Ketika wabah pes (alias "Black Death") melanda Eropa di abad ke-14, metode penguburan tradisional hampir tidak ada karena sepertiga dari populasi orang di Eropa mati.Prosesi Tradisional disisihkan untuk kelompok kaya, dan mayat lain hanya ditumpuk-tumpuk seperti ringsokan
Praktek semacam ini menjadi prosedur standar di saat wabah, seperti ketika wabah menyerang lagi di Inggris dalam bentuk Wabah Besar tahun 1665 (kali ini menewaskan 100.000 orang, sekitar 20% penduduk London).

6. Pulau Hart


Pulau ini digunakan sebagai kamp Tawanan Perang selama Perang Sipil pada tahun 1865, dan Konfederasi yang meninggal di sana dimakamkan di pulau itu, bersama dengan tentara Uni yang tersisa yang akhirnya direlokasi.
Tapi hal-hal mengerikan sebenarnya adalah yang mengikuti perang, setelah New York City membeli pulau tersebut pada tahun 1869, mereka memutuskan untuk membongkar kuburan massal tersebut.
sebuah artikel dari New York Times tahun 1874 berjudul "Tempat dimana orang-orang tidak dikenal dikuburkan" menggambarkan prosedur bagaimana penanganan mayat-mayat di tempat itu.
Mayat-mayat tidak dikenal dan sisa-sisa tubuh dari orang dewasa dan anak-anak dibuang di parit besar dan difoto. "Foto-foto dan plot diberi nomor yang sesuai sehingga kerabat potensial dapat, setelah mengidentifikasi tubuh, memberikan penguburan yang layak.
Tapi sering kali mayat-mayat ini tak berwajah yang diperkirakan tidak punya teman (beberapa telah meninggal karena bunuh diri), sedangkan kerabat lainnya terlalu miskin untuk membeli pemakaman yang layak.

7. Pembantaian Vukovar


Pembantaian Vukovar adalah salah satu bukti lagi untuk eksistensi kejahatan manusia. Berlangsung pada tahun 1991 di luar kota Vukovar, yang berliku turun dari pertempuran, 264 orang kebanyakan warga Kroasia korban sebagian besar warga sipil dan pasien rumah sakit dikirim ke kamp penjara militan Serbia.
Sebagian besar dibunuh dengan penembakan, sementara beberapa dipukuli sampai mati-, mayat-mayat itu kasar dibuang di parit yang digali dan ditimbun dengan bulldozer kembali.
7 orang yang dianggap bertanggung jawab sejak dituduh melakukan kejahatan perang mengerikan oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk negara eks-Yugoslavia (pemimpin militer Yugoslavia Veselin Šljivančanin dan Mile Mrkšić telah dihukum, sementara beberapa orang lainnya meninggal sebelum persidangan dan / atau bunuh diri).